…setahun yang lalu…

Tepat setahun yang lalu di tanggal 26 November, menandakan dimulainya perjalanan darat gue dan Nonie ke beberapa taman nasional di Amerika Serikat. Selama hampir 3 minggu, kami berdua menjelajah 4 negara bagian dengan mobil sewaan, merasakan udara yang kadang tak sama dari satu tempat ke tempat lain (bahkan pernah dari tempat yang panas terik ke dingin menggigil dalam 1 hari), mengalami hal-hal yang bisa membuat kami tertawa atau bertanya-tanya tanpa kesimpulan berarti, banyak sekali kisah-kisah seru yang kami alami berdua dan kalau kami lagi kilas balik, pasti mencuat rasa rindu untuk kembali ke masa itu.

Gue tidak akan bercerita panjang lebar tentang hal-hal yang kami alami karena bakalan panjang banget. Tapi gue lebih pengen bercerita tentang teman seperjalanan, Nonie. Gue ini memang suka jalan-jalan, bisa cepat adaptasi kalau bertemu dengan teman baru di perjalanan, tapi untuk memutuskan jalan-jalan berdua, gue ini tipe yang sangat pemilih. Gue kenal Nonie dari komunitas sosial yang gue ikuti. Untungnya di Lebah itu, mengingat kegiatan sosial kami itu kebanyakan di luar Jakarta, sehingga cukup banyak kegiatan yang membuat kami menghabiskan waktu 24 jam lebih bersama karena kami harus pergi sehari sebelum kegiatan. Selain itu, di Lebah itu juga tidak melulu berkegiatan sosial, tetapi beberapa kali jalan/ piknik bersama. Jadi ketika sedang membahas Amerika dan keinginan Nonie untuk road trip, di saat itu pula gue langsung bilang ke dia untuk segera susun rencana. Gue merasa gue sudah cukup mengenal karakter Nonie, dan gue yakin kalau nggak akan ada kejadian berantem sama Nonie selama perjalanan.

Persiapan pun dilakukan, tapi yang paling efektif itu mungkin 1-2 bulan sebelum keberangkatan. Walau gue sudah paham karakter Nonie, tapi selama persiapan itu, gue beberapa kali bilang ke Nonie kalau kita nggak boleh berantem. Kenapa? Karena kalau kita berantem, pasti perjalanan akan nggak enak banget. Sementara untuk pulang dan cabut dari perjalanan itu susah, karena pasti jauh dari bandara, hahahaaaa… Gue sendiri yakin sih, kalau nggak akan ada kejadian berantem sama Nonie.

Dan ternyata, keyakinan gue itu terbukti. Selama perjalanan, nggak ada sedikit pun perselisihan. Nggak usah lah perselisihan yang besar, wong yang kecil aja nggak ada. Bahkan, gue merasa kami saling melengkapi. Ketika gue panik, dia yang menenangkan gue. Dan begitu juga pas dia lagi kelimpungan cari barang, gue yang gantian kalem. Kalimat yang paling sering diucap kalo lagi kejadian panik-panikan atau lupa taro barang di mana itu cuma dua, “Pasti bisa!” atau “Pasti ada!”. Gue suka sama orang-orang yang punya aura positif, dan Nonie tuh positif banget. Makanya, gue nggak merasa ada kejadian duka atau sedih selama perjalanan bersama itu. Plus, kami berdua itu orang yang sama-sama nggak ngoyo, nggak buru-buru dikejar waktu, nggak yang harus melakukan satu kegiatan di satu tempat misalnya, “Kita mesti kejar matahari terbit!” atau “Kita harus capai puncak Half Dome”. Semuanya mengalir aja, disesuaikan dengan situasi dan keadaan. Soalnya kan ada tuh orang yang ngoyo, dan tipe orang ini buat lelah hayati, hahahaaaaaa…

Banyak banget kejadian seru yang kami alami dan sering memunculkan rasa rindu untuk mengalami kejadian-kejadian seru bin kampret itu bersama kembali. Mudah-mudahan aja bisa kami bisa pergi bersama lagi, walau entah kapan 🙂

Navigator merangkap pemberi makanan biar nggak ngantuk 🙂
Dua anak stres ama cuaca, hahahaaa…
TKP lupa angkat karpet karet mobil, dan baru diambil 12 jam kemudian. Takjub nggak ada yang nyuri, hahahaaa…
Seneng banget dah dapat salju di musim gugur 🙂
Tiap mau makan, ya harus masak dulu
Kelakuan kalo udah bingung mau gaya apa lagi *orang gila*
Senangnya nggak perlu pake jaket!
Ekspresi kaget karena waktu mau swafoto, tiba-tiba orang Alaska datang untuk bantu motoin kita. 

 

 

 

If you like, share it 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial