Sejak wabah Covid ini mulai merebak, pemerintah dan berbagai lembaga gencar sekali menyuruh warganya untuk pakai masker. Awalnya dianjurkan pakai masker medis, makanya sempat ada masa ketika masker hilang dari pasaran. Terus berubah lagi jadi masker kain karena yang medis diutamakan untuk tenaga medis dan mereka yang sakit.
Terus terang aja, gue nggak bisa pakai masker medis ijo itu. Kenapa? Karena bahannya buat gue jerawatan. Asli! Jadi gini… Kalian tahu kan kalo waktu awal-awal Gojek masih cari pelanggan, semua pengemudinya taat prosedur. Sebelum naik, mereka akan kasih masker ke penumpang. Gue sebagai penumpang yang taat aturan (tsah!) ya terima-terima aja. Nah tapiiiiii, efeknya tuh gue besok langsung jerawatan. Gue tuh nggak pernah mikir kalau ini karena masker, tapi jarena jalanan yang sangat berdebu. Cuma, setelah 3x gue pake masker kain dan berujung dengan jerawat keesokan harinya, sementara kalo pake masker kain yang karetnya kayak pinggiran celana dalam itu gue aman-aman aja Jadinya gue simpulkan sendiri, kalau ada kandungan di masker medis itu yang nggak cocok di muka gue. Padahal ya, gue kan dulu mahasiswa suka dipanggil Badak, harusnya kulit gue juga sekuat badak (ini sedikit nggak nyambung, sodara-sodara).
Ada untungnya juga gue nggak bisa pakai masker medis, jadinya gue punya alasan untuk beli masker kain dengan berbagai motif. Zaman gue masih suka naik Comm Line, gue seneng banget beli masker yang dijual di depan stasiun. Udahlah motifnya batik, agak tebal, trus murah (ini penting!).
Sekarang, masker menurut gue udah jadi statement of fashion. Banyak banget yang buat masker dengan motif lucu. Kalo gue milih mau beli masker, motif itu nomor dua. Yang paling penting di gue adalah maskernya harus tali yang diikat atau serut (adjustable loop). Gue nggak bisa pakai masker yang talinya disangkut ke leher. Selain ribet karena gue pake kerudung, yang jelas, kuping gue akan langsung merah, gatal dan kadang bisa pusing seharian. Ngeselin banget emang, hahahaa…
Tadi pagi gue iseng, menata sambil hitung ada berapa masker gue. Ternyata ada 21, gaeeeessss… Ada beberapa masker yang emang udah lama gue punya, tapi emang sebagian besar baru gue beli beberapa waktu terakhir ini.
Well, meminjam kata teman gue yang pembuat masker (dan gue jadi pelanggan tetapnya), “It’s never too many for these days”.