…are you a lesbian?…

Pertanyaan itu beberapa kali dilontarkan ke gue oleh beberapa orang dan di rentang waktu yang berbeda jauh. Untung gue orangnya nggak tersinggungan, jadi gue hanya tertawa waktu ditembak pertanyaan seperti itu. Mereka justru gue tanya balik, kenapa mereka sampai ada pikiran begitu. Satu orang bilang, karena penampilan gue yang cenderung seperti laki ditambah dengan sifat gue yang cuek dan bebas lepas. Tapi ada juga yang jawab karena di akun medsos gue, tidak ada satu pun foto-foto gue bersama teman dekat lelaki. Asli, gue tertawa ngakak.  Gue bilang ke mereka, walau gue punya beberapa teman yang lesbian, tapi gue masih suka laki. Suka banget 🙂

Terus terang gue maklum, karena di usia gue yang udah kepala 4 ini, mungkin sebenarnya banyak yang ingin bertanya kapan menikah dan kenapa gue belum menikah. Gue sendiri nggak heran kalau mereka cepat mengambil asumsi seperti itu. Pertama, walau sudah mengenal lama, tapi ya hanya bertegur sapa di dunia maya, berbicara tentang pekerjaan dan topik-topik ringan. Kedua, gue memang orang yang nggak suka mengumbar foto-foto dengan pasangan. Nggak usahlah foto dengan pasangan, foto diri aja jarang. Dan nggak usahlah foto, wong gue lagi pacaran ama siapa aja, yang tahu pun hanya segelintir teman dekat karena menurut gue, nggak seisi dunia ini perlu tahu kehidupan privasi gue. Masih banyak hal-hal lain yang perlu dibagi, tapi bukan kehidupan pribadi gue yang satu itu.

Gue tidak akan berkata jelek tentang orang-orang yang hanya melihat penampilan luar, karena ya memang begitu gambaran mayoritas manusia. Begini deh, seberapa sering kalian berkesimpulan bahwa cewek merokok di ruang publik itu pasti cewek yang nggak benar pergaulannya apalagi yang berjilbab? Atau seberapa cepat kalian menyingkir karena melihat cowok bertato seluruh badan dan berambut punk? Gue tidak menyangkal bahwa gue tidak pernah menilai orang dari penampilan luar. Gue pun menyadari, bahwa apa yang gue lakukan itu salah. Makanya, gue berusaha untuk tidak melakukannya sesering mungkin dan berusaha untuk cenderung tidak peduli, apabila gue tidak bisa menanamkan prasangka baik akan orang tersebut.

Bukan hal yang sulit untuk dilakukan, karena inti semua itu adalah kebiasaan. Biasakan untuk tidak melihat penampilan luar. Biasakan untuk mengenal lebih dalam orang tersebut sebelum mengambil kesimpulan apa pun. Dan biasakan untuk lebih menahan diri.

Gue berterima kasih sama kalian yang sudah berani jujur bertanya ke gue, karena di balik pertanyaan itu, gue tahu kalian sayang dan perhatian sama gue. Kalian justru membuat gue untuk berintropeksi dan berdialog dengan diri. Tapi sekali lagi gue mau bilang kalau gue masih doyan banget ama laki 😉

…enough is enough…

Do you still remember my last post about selfie and the challenge to take #selfie3xsehari for one full week? It turns out that we have to call it quits on the 2nd day because we just can’t take it anymore. It’s just too hard for us, people who don’t even do one selfie in a month. From the theme, the pose, the number of selfie in a day, those really make all of us agree to end it way earlier than what we’ve been discussed.

We give all of our thumbs up to you, people who can’t live without a selfie, especially those who can post it in their social media account for more than 3 times a day. We think that it’s better be given a challenge of posting our food than this one.

Here are the photo grids of our selfies

1st selfie: only Chika remembers the theme, flower!
2nd selfie of the day: Ayu with her daughter’s flowery headbands and I wear pink rose earrings
4 out of 5 use the same flower 🙂
Selfie theme: In a toilet, but Jaja still uses the yesterday’s theme

Selfie theme: Fruit. And Merry can’t even tell the difference between fruit and vegetable for a chili.

…do you take a selfie?…

I’m pretty sure that most people these days, particularly those who have a social media account, take a selfie. What makes it different is how many selfie in a day that you take? Me and my inner circle, we have one thing in common. We rarely take a selfie. That is why, when we see our friend in our newsfeed/ timeline, having a selfie for more than 3 times a day throughout the year, it’s too much for us. Especially when we think they have no other pose and all of those selfies are taken only from one angle because well, they think it’s their best angle.

But, those people too that make us to have this kinda challenge. We, people who rarely take a selfie, challenge ourselves to take a selfie for 3 times a day in a week with a hashtag #selfiesehari3x and to make it more fun, we wanna do it with a theme.

This below collage is our starter, taken this noon in between their activities. Clockwise from left to right, top to bottom. Ayu is just finished eating in her car, Dewi is in her house in Auckland, Iting is ready to go to bed somewhere in Peru,  Merry is using her old picture (but actually, her looks doesn’t change at all), me while riding an Uber on the way home and Chika eating her lumpia to make Dewi drools and crave for it.

It’s not our friends that become our concern. We don’t care if they’d fed up with us because even we fed up with our friends who overdose in doing their selfie, we still keep them as our friends. But it’s ourselves that we mostly concern about. Can we do this challenge? Three selfie a day in a week is not an easy task.

May we pass this challenge 🙂

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial