..pada satu purnama..

Kala rindu tak tertahan
Berkecamuk tak terkira
Liar
Menggelora

Andai bisa kukatakan
Tanpa malu
Tanpa ragu
Tanpa takut

Jemari bertautan
Raga menyatu
Jiwa melebur
Dan waktu pun membeku

Hanya pada purnama kucurahkan
Segala rasa yang tak terbendung
Hasrat yang tak terkendali
Juga lara yang mengiris

Rindu
Teramat rindu
Padamu…

..mati..

Rasa bisa mati
Bagai bunga mekar
Namun tak disiram
Layu

Kupu-kupu itu hilang
Tak lagi hinggap
Bermesraan dengan bunga
Mati

Cinta datang
Tumbuh
Berkembang
Lalu tiada

..purnama..

Gulita
Merindukan cahaya
Kala bayang berkelebat
Laksana kilat

Menyeruak
Menusuk kalbu
Tanpa sosok
Tanpa jejak

Purnama
Satu berlalu
Tiga menunggu
Kelabu

..musik bisu..

Perlahan
Alunan musik mengencang
Dan  suara-suara itu hilang

Keramaian nan sunyi
Percakapan tanpa bunyi
Mereka semua makna

Mencoba
Dan terus mencoba
Lalu henti
Lenyap

..pada jiwa..

Pada jiwa yang hilang

Yang mencari

Menanti…

Pada jiwa yang sepi

Yang mengais kembali

Serpihan hati…

Pada jiwa yang kosong

Yang tak lelah menunggu

Sang pengisi…

Ruang hampa tak berjiwa

Relung rindu tanpa warna

Hanya hitam…

..puisi hujan..

Hujan,

Membasahi bumi

Mengaduk hati nan sepi

Tanpamu di sisi

Rindu,

Akan sentuhanmu

Akan bibir hangatmu

Akan pelukanmu

Terbang,

Bersama masa lalu

Menjalani hari denganmu

Tanpa ingin kembali

..feelin poetic..

setiap jiwa pasti akan berpisah dari raga

dan bila masa itu tiba padaku,
genggamlah erat tanganku
dan usaplah kepalaku lembut

jangan kau tangisi kepergianku
namun iringi aku dengan senyuman
dan putarlah kembali kenangan terbaik kita
yang membuat kita tertawa bersama
melupakan persoalan menghimpit dada

sayangku, bila masa itu tiba padaku,
dampingi aku
agar aku dapat melihat wajahmu
untuk yang terakhir kali….
dan selamanya

..alam bawah sadar..

semalam ku bertemu dirimu
dan kita meluangkan waktu bersama
seperti yang dulu kita lakukan
kau kembali menjadi sosok yang kurindukan
bercanda riang
tertawa hingga mengeluarkan air mata
dan melupakan apa yang t’lah terjadi
lalu kau pun memintaku kembali
untuk merajut jalinan cinta yang terputus
namun aku hanya bisa termangu
menatapmu kosong

tiba-tiba ku tersadar
terjaga dari tidurku
ternyata semua itu hanya mimpi

…………………..

..gorengan..

semusim tlah berlalu
namun jejakmu masih ada
bayanganmu menggoda
di mata dan pikiranku

kini kau hadir kembali
menatapku tajam
dan ku tak kuasa menolakmu

kembali ku terjatuh
dalam buaian hangatmu
membuatku melayang
hingga langit ketujuh

(..terinspirasi dari singkong goreng hangat yang disajikan pada meeting pagi ini..)

..pekat malam..

Malam semakin kelam

Dingin menembus raga

Berapa lama harus kubertahan

Memakai topeng kebahagiaan

Hati pedih teriris

Menangis tanpa air mata

Kala berada di dekatmu

Namun kau tak terjangkau

Biarkan ku sendiri

Menikmati lara ini

Dan lepaskan kesedihan

Hingga habis tak bersisa

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial