Tadi pagi gue ke Samsat untuk membayar pajak kendaraan. Nah, di kantor Samsat ini ada dua tempat untuk melakukan hal tersebut. Bisa di dalam gedung, tapi bisa juga di mobil. Gue lebih suka di mobil karena antreannya lebih sedikit. Pada saat gue kasih berkas, pak polisinya bilang, kalau di mobil hanya bisa terima tunai, sementara di gedung bisa pakai QRIS. Gue terus terang nggak bawa tunai, tapi gue lihat ada ATM, jadi gue tetap masukkan saja berkasnya sambil menanyakan estimasi uang tunai yang harus gue persiapkan.

Setelah masukkan berkas, gue langsung ke ATM. Jeng jeeeeeeeeeng, ternyata ATM-nya nggak berfungsi dooonggg. Ada pengumuman bahwa mesinnya nggak berfungsi. Sementara pak satpam yang jagain parkiran motor bilang kalau kemungkinan besar mesinnya kehabisan uang. Daripada berkutat sama kenapa itu mesin nggak ngeluarin duit, gue langsung tanya aja, di mana ATM terdekat. Dia bilang yang paling dekat itu sekitar 500 meter. Well, gue dilema antara nyetir ke sana (tadi panas terik banget, jadi gue males jalan dooooooongg, mana puasa pula, hahahaa) atau naik ojek online. Kenapa dilema? Karena kalau nyetir, belum tentu gue akan dapat spot parkir lagi. Sementara kalau gue naik ojek, gue males keluarin duitnya, hahahaaaa…
Di kebimbangan gue itu, pas mau jalan ke mobil, gue berinteraksi lagi ama pak satpam yang tadi. Dia nanya apakah gue punya M-banking. Ya gue bilang aja kalau gue punya, tapi gue bilang kalau di urus di mobil harus pakai tunai. And you know what? Dia bilang ke gue kalau dia mau membantu kasih uang tunai ke gue, tapi gue harus transfer ke M-banking dia. Gue terbelalak kaget, tapi asli, seneng banget ditawarin seperti itu. Pas dia nanya butuh berapa, gue langsung sebutkan nominalnya. Nggak lama dia datang, dan kasih sejumlah uang yang gue sebut. Tentunya lega banget gue karena persoalan gue sudah terselesaikan.
Kejadian tadi buat gue jadi flash back. Ini bukan pertama kalinya gue ditolong sama orang asing. Tahun lalu, pas gue lagi ngantre untuk beli semangkuk bakso A Fung di PRJ, eh tahu-tahu mbaknya bilang kalau mereka hanya terima tunai. Cukup mengejutkan buat gue dan sebagian besar pengunjung lainnya yang sedang mengantre karena hampir semua gerai di PRJ itu bisa terima QRIS. Gue tadinya mau langsung bubar jalan aja, tapi ya iseng aja gue nanya orang yang ngantre di belakang gue apakah dia berkenan memberi gue tunai dan sebagai gantinya gue transfer uang lewat Gopay. Eh dia nggak keberatan sama sekali! Pas gue kasih duit untuk semangkuk bakso, dia malah nanya kenapa gue nggak sekalian beli 2 mangkuk. Hahahahaaaaa…
Sepertinya ada cerita-cerita lainnya, tapi yaaaaa, karena ingatan gue sekarang mudah tergerus oleh waktu, jadi ya, maklumin aja kalau ingatan gue paling mentok 2-3 tahun ke belakang, hahahaaa… Anyway, gue tuh senang kalau semesta mempertemukan dengan orang-orang baik di saat gue membutuhkan. Well, siapa sih yang nggak senang? Untuk itu, gue di sini mau bilang, “Buat kalian, orang asing yang baik hati, yang sudah membantu gue ketika gue perlu sesuatu, terima kasih banyak. Semoga hidup kalian terus diberi berkah dan bermanfaat bagi sesama.”